Pages

Kamis, 31 Desember 2009

Selamat Tahun Baru Diva Dan Chika















Selamat Tahun Baru Diva Dan Cika

Rabu, 30 Desember 2009

detikcom : Gus Sholah: Gus Dur Meninggal Pukul 18.45

title : Gus Sholah: Gus Dur Meninggal Pukul 18.45
summary : Adik kandung Gus Dur KH Sholahudin Wahid membenarkan kabar soal meninggalnya kakaknya di RSCM. Gus Sholah panggilan akrab Sholahudin Wahid mengaku Gus Dur menghembuskna nafas terakhirnya pukul 18.45 WIB. (read more)

Kamis, 17 Desember 2009

Gorden Dan Tirai Jakarta


Kami Menjual Gorden Dan tirai dar Bahan terbaik untuk keperluan Dekorasi Rumah Anda
Untuk Lebih Jelasnya Dapat menghubungi kami
Dayat
087885138179
Http://gordendantirai.wordpress.com

Jumat, 20 November 2009

Malam Pertama

Satu hal sebagai bahan renungan Kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka….
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok Kita….
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ….jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita…
Bagian kepala..,badan. ..,
Dan kaki diikatkan
Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya…. . Tiba masa pengantin..
Menunggu Dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat….
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat
Kubur…
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…Dan tak seorangpun yang tahu….
Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan… ..
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal..

Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga…
Tapi….tapi ……sudah pantaskah sikap kita selama ini…
Untuk disebut sebagai ahli syurga

Baca jika anda ada masa waktu untuk ALLAH.
Bacalah hingga habis.
Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi anugerah untuk
membaca terus hingga ke akhir.

ALLAH, bila saya membaca e-mail ini, saya pikir saya tidak ada waktu
untuk ini….
Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadar bahwa pemikiran
semacam inilah yang ….
Sebenarnya, menimbulkan
pelbagai masalah di dunia ini.

Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari Jum’at……
Mungkin malam JUM’AT?
Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?
Kita suka ALLAH pada masa kita sakit….
Dan sudah pasti waktu ada kematian…

Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang untuk ALLAH waktu
bekerja atau bermain?
Karena…
Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri
tanpa bergantung padaNYA.

Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka… …
Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana ALLAH bukan lah yang
paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)

Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan
kepada kita.
DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta.

ALLAH
Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku
IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.
TanpaNYA aku adalah
AMPAS yang tak berguna

Susah vs. Senang
Kenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?

Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesai ceramah kita segar
kembali?
Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita bangga mem
“forward” kan email yang tak senonoh?
Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima.
Solat adalah yang terbaik…. Tidak perlu bayaran , tetapi ganjaran lumayan.
Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusia TIDAK Beriman PADA ALLAH
setelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.

Tidakkah lucu bila seseorang berkata “AKU BERIMAN PADA ALLAH” TETAPI
SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also “believes” in ALLAH).

Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuan email lawak yang
akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali., tetapi bila anda
mengirim email mengenai ISLAM, sering orang berpikir 10 kali untuk bekerjasama?

Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulai mengirim pesan ini anda
tidak akan mengirim kepada semua rekan anda karena memikirkan apa
tanggapan mereka terhadap anda atau anda tak pasti apakah mereka suka
atau tidak?.

Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risau akan tanggapan orang
kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadap anda.

Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan ini kepada semua rekan
mereka di rahmati ALLAH.

Semoga bermanfaat buat kita semua sebagai bahan renungan

Wassallam….Ingat …Ingat.,.Ajal Menjembut Setiap Saat Lakukan yang terbaik buat bekal hidup kita nanti…

Kamis, 27 Agustus 2009

Kepikiran ngga ni bis lagi ngapain??

Akhirnya saya kebagian mencoba naik bis dari Bali ke Jakarta, setelah seminar 3 hari di bali dinasty resort, tanpa rencana untuk pulang tanggal 17 agustus pas hari Kemerdekaan Indonesia, Pengennya sih berleha-leha dulu dibali, tapi apa daya karna udah kecapaian di siksa bootcamp 3 hari, tapi untungnya di hotel bukan di hutan (hehehe), Bali tidak menjadi indah lagi buat saya yang ada di otak cuma pengen pulang, nyampe rumah ngumpul ama anakku yang lucu, emaknya jg lucu deh..! ntar ada yang ngambe' lagi ngga di sebut, yang pasti pulang udah ngga kebagian tiket pesawat, kalo pun ada harganya pasti nauzubillah minzalik..,terpaksa deh saya cari tiket Bis aka angkutan darat..fiuh(its a gonna long-long journey), dengan bantuan supir taksi Blue bird bali dia ngantarin saya ke kantor bis Pahala Kencana, syukur alhamdulilah masih ada bangku yang kosong tersisa dan langsung berangkat lagi.
Pertamanya sih enjoy aja beberapa jam berlalu boring juga naik bis kayak perjalanan ngga nyampe-nyampe pas keesokan nya liat tontonan bis atraksi saya herannya di daerah itu lajur jalan bisa ambles sampe 2 meteran gitu ya sampai bis jadi jumpalitan kata orang jawa, nih saya sempat ngambil fotonya, itulah hiburan kalo naik bis, seru juga tapi melelahkan.

Rabu, 26 Agustus 2009

Mereka Berharap Puasa Membawa Berkah

[Nusantara]Korban Lumpur Lapindo Menginap di Kantor Komnas HAM
Mereka Berharap Puasa Membawa Berkah

MATA Pak Agus, 51; masih agak berat ketika ditemui di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. Ia baru bangun dari tidur siangnya. Sedangkan di pojok ruangan ada Ny Siti, 45; dan suaminya Hari Suwandi, 49.
Bersama 20 orang teman seperjuangan, mereka mendatangi Kantor Komnas HAM untuk menginap beberapa hari di salah satu \"gedung bunder\" tempat penampungan yang memang disediakan. Ruangan yang cukup luas itu berdekatan dengan Kantor Komnas Perempuan, pada sisi selatan gedung Komnas HAM.
Menurut Pak Agus, mereka datang sengaja pada bulan puasa untuk lebih memastikan nasib warga Sidoarjo yang menjadi korban semburan lumpur PT Lapindo Brantas dan mendesak Komnas HAM agar kasus tersebut dinyatakan pelanggaran kemanusiaan berat.
Bahkan pada keyakinan Pak Agus bersama teman warga lainnya, pada bulan puasa ini akan membawa berkah bagi peruntungan nasib dan masa depannya. Dimana pemerintah melihat betapa tersiksanya mereka pada saat menjalankan ibadah puasa.
***
SELAMA ditampung dan menginap di gedung Komnas HAM, kata Pak Agus, bersama teman-temannya diberi makan dan minum oleh sejumlah sukarelawan dari Jatim dan Jakarta. Banyak sukarelawan memberikan bantuan makanan dan minuman bagi kami. Soal makan kami tak begitu risau. Apalagi buat makan sahur dan buka puasa, ujarnya didampingi Ny Siti.
Bahkan untuk mendatangi gedung DPR, Kantor PDIP dan sejumlah kantor kementerian, mereka juga disediakan sejumlah kendaraan besar untuk diangkut ke tujuan. Keberadaan mereka sudah lima hari ini di Jakarta. Mereka datang sejak Jumat (29/8) lalu.
Wajah-wajah mereka seakan memohon kepastian dari pemerintah untuk memewujudkan impian mereka dengan menerima hak ganti rugi yang sudah dua tahun ini ditunggu-tunggu. Saya setiap malam menangis memohon kepada Tuhan agar orang yang mendzalimi warga korban lumpur Lapindo diberikan jalan yang ikhlas, jujur guna menuntaskan persoalan tersebut, kata Pak Agus sambil menatap langit ruangan besar itu.
Kini, kata Pak Agus dan Ny Siti, seluruh warga dan keluarga korban lumpur Lapindo tak memiliki lagi masa depan. Semua masa depan mereka hancur karena tak ada lagi pondokan dan penghasilan yang tetap buat kebutuhan keluarganya.
Kini warga korban sudah hancur masa depannya. Tak ada lagi rumah, pekerjaan yang bisa diandalkan untuk hidup layak. Semua warga berpencar-pencar mencari kehidupan baru, yang justru semakin sulit, tutur Ny Siti.
Hampir semua warga korban semburan lumpur Lapindo mengontrak rumah. Tiada lagi sawah, kebun, peternakan, dan tempat kerajinan yang selama ini dijadikan tumpuan hidup bagi warga pedesaan.
Seperti dituturkan Kasto, warga Desa Renokenongo, sudah hampir 15 bulan sekitar 22.000 jiwa dari 5.900 keluarga korban lumpur hidup dalam keterbatasan dan hanya memperoleh penanganan yang minim dari pemerintah.
Kami belum tahu sampai kapan di sini (di tenpat penampungan). Kami hanya minta kepastian dari Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memastikan persoalan ini tuntas, ujar Kasto.
Warga korban lumpur Lapindo yang saat ini bertahan di Kantor Komnas HAM berasal dari Desa Renokenongo, Besuki, Permisan, Jatirejo, Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I Sidoarjo, dan Siring.
Keinginan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kata Pak Agus, guna menjelaskan tuntutan warga sebesar 80 persen sisa ganti rugi secara tunai. Mereka menolak ganti rugi dengan relokasi dengan alasan nilai ganti rugi relokasi tidak seimbang dengan tanah mereka yang terkena semburan lumpur Lapindo.
***
BAHKAN penasehat hukum korban lumpur Lapindo Paring Waluyo Utomo mengatakan nilai tanah relokasi yang disediakan Lapindo hanya Rp300.000 per m2. Padahal, tanah milik korban yang terkena semburan lumpur bernilai Rp1 juta per m2.
Ada selisih Rp700.000 per m2. Alasan apa pun tidak bisa diterima untuk (mengubah) pembayaran tunai ke relokasi, tegas Paring usai mendampingi puluhan korban lumpur Lapindo menemui Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR, kemarin.
Paring menilai Lapindo tidak memenuhi kewajiban dengan menerapkan pola relokasi tersebut. Ini kepentingan bisnis, ujar Paring. Sebelumnya Lapindo melalui juru bayarnya PT Minarak Lapindo Jaya juga mengatakan tidak akan membayar ganti rugi warga yang tidak bersertifikat.
Selain menuntut pembayaran tunai, korban lumpur Lapindo juga minta Peraturan Presiden tentang ganti rugi memasukkan sejumlah desa yang sebelumnya tidak termasuk peta terdampak. Warga juga meminta komitmen Presiden yang berjanji pada pidato kenegaraan 15 Agustus lalu yang akan melunasi sisa 80 persen ganti rugi.
Jika Presiden tak memenuhi hal tersebut, ribuan korban Lapindo berencana akan melakukan demonstrasi di depan Istana Negara. Menurut Paring Waluyo Utomo, korban akan mengurungkan niatnya ke Istana Negara jika Perpres memberikan kepastian terhadap ganti rugi mereka. Kami ingin mendapatkan kepastian hukum dari Presiden, tegasnya.(nazar husain)
Toko Kaos Batik Cheap Cars and New Cars Reviews Used Car and New Car Reviews Used Car and New Car Guide Cars Magazine and Vehicle Updated Windows Software Download Windows Multimedia Download Free Windows Downloads